29.4 C
Indonesia
Jumat, Juni 21, 2024

Tips Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Akademik Siswa Yang Berisiko Dengan Ketidakmampuan Belajar

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan belajar spesifik, tingkat efikasi diri, harga diri, kecerdasan ganda, keterlibatan orang tua dan guru siswa yang berisiko dengan ketidakmampuan belajar dan hubungannya dengan kinerja akademik siswa sekolah menengah yang berisiko mengalami kesulitan belajar. penyandang disabilitas untuk merancang lingkungan kelas yang mendukung bagi anak-anak ini.

Penelitian ini didasarkan pada teori bahwa prestasi akademik siswa yang berisiko mengalami kesulitan belajar bergantung pada efikasi diri, harga diri, kecerdasan ganda dan keterlibatan orang tua dan guru. Efikasi diri meliputi efikasi diri umum dan efikasi diri sosial. Kecerdasan majemuk tersebut meliputi Kecerdasan Linguistik, Kecerdasan Logis-Matematika, Kecerdasan Kinestetik Jasmani, Kecerdasan Musik, Kecerdasan Interpersonal, Kecerdasan Intrapersonal, Kecerdasan Spasial, dan Kecerdasan Alam. Penelitian ini menghipotesiskan bahwa ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri, harga diri, kecerdasan ganda, keterlibatan orang tua dan guru terhadap prestasi akademik siswa yang berisiko mengalami kesulitan belajar.

Desain penelitian adalah deskriptif dengan teknik tabulasi silang. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Nasional Komprehensif Kota Gingoog, Divisi Kota Gingoog, Wilayah X. Filipina. Responden penelitian melibatkan tiga puluh empat ( 34 ) siswa yang berisiko LD. Lima (5) set kuesioner diberikan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan seperti Skala Efikasi Diri, Indeks Evaluasi Harga Diri Barksdale (SEI), Penilaian Perkembangan Kecerdasan Ganda (MIDAS) dan Daftar Periksa Keterlibatan Orang Tua. Setiap kuesioner telah mengalami uji validitas dan reliabilitas. Alat statistik yang digunakan adalah frekuensi, persentase, rata-rata tertimbang dan analisis tabulasi silang.

Disimpulkan bahwa sebagian besar siswa kelas dua yang berisiko mengalami kesulitan belajar mengalami disleksia ringan, diskalkulia ringan, dan disgrafia ringan. Siswa-siswa ini menderita efikasi diri umum yang rendah, efikasi diri sosial yang rendah dan rendah dan semuanya memiliki harga diri yang rendah. Masing-masing siswa ini memiliki jenis kecerdasan yang berbeda dan meskipun kecerdasan tersebut masih rendah, tidak satupun dari mereka memiliki kecerdasan linguistik dan logis dan kebanyakan dari mereka memiliki prestasi akademik umum rata-rata. Secara umum efikasi diri dan efikasi diri sosial, harga diri, kecerdasan ganda tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik siswa. Namun, dukungan guru memainkan peran utama dalam kinerja akademik LD berisiko. Sementara ada korelasi yang rendah antara keterlibatan orang tua dan efikasi diri secara umum dan antara keterlibatan orang tua dan kecerdasan ganda, jenis keterlibatan orang tua siswa tidak mempengaruhi efikasi diri sosial, harga diri, dan kinerja akademik siswa.

Dari kesimpulan tersebut, lingkungan kelas yang mendukung yang diperuntukkan bagi siswa yang berisiko mengalami kesulitan belajar terdiri dari sebagai berikut; pengetahuan tentang LD, mendirikan pusat pembelajaran seperti pusat membaca, pusat menulis/mengeja, pusat kecerdasan ganda, sudut keterlibatan orang tua, sikap guru, pembaruan kinerja akademik, intervensi membaca perbaikan, akomodasi dan ukuran kelas. Dengan intervensi yang tepat dalam membaca dengan dukungan orang tua, guru dan administrator, anak-anak dengan LD ini dapat berhasil dalam hidup mereka dan menjadi orang yang berharga di masyarakat dan negara secara keseluruhan.


Source by Susan Aparejo

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

Lewat ke baris perkakas