29.4 C
Indonesia
Senin, Februari 19, 2024

Cara anak Bagaimana Membantu Anak Dengan Keterbatasan Membaca

1. Intervensi lebih awal! Ketidakmampuan membaca dianggap sebagai ketidakmampuan belajar yang paling umum dan sering tidak didiagnosis atau diobati sampai terlambat untuk pemulihan yang mudah. Seorang anak dengan ketidakmampuan membaca yang tidak teridentifikasi sampai kelas tiga atau lebih baru sudah ketinggalan beberapa tahun di belakang teman-teman sekelasnya. Ini adalah celah yang harus ditutup jika anak ingin mengejar ketinggalan dengan teman-temannya. Intervensi terbaik adalah di taman kanak-kanak atau remediasi dimulai di kelas satu.

2. Ajarkan phonics. Melalui phonics, anak-anak belajar mengasosiasikan suara dan membentuk koneksi ke pengenalan kata dan keterampilan decoding yang dibutuhkan untuk membaca. Penelitian dengan jelas membuktikan bahwa kinerja kesadaran fonem merupakan prediktor utama keberhasilan membaca dan mengeja jangka panjang. Faktanya, menurut Asosiasi Membaca Internasional, keterampilan kesadaran fonemik di taman kanak-kanak dan kelas satu tampaknya menjadi prediktor terpenting dari perolehan membaca yang sukses.

3. Ajarkan ejaan. Ejaan dan membaca bergantung pada representasi mental yang sama dari sebuah kata. Korelasi antara ejaan dan pemahaman bacaan tinggi karena keduanya bergantung pada kemahiran berbahasa. Semakin mendalam dan metodis seorang siswa mengetahui sebuah kata, semakin besar kemungkinan dia untuk mengenalinya, membacanya, mengejanya, menulisnya, dan menggunakannya dengan tepat dalam berbicara dan menulis.

4. Ajarkan menulis. Mulai mengajar menulis di prasekolah dan taman kanak-kanak. Belajar menulis melibatkan otak dalam pengulangan dan memori tentang bagaimana huruf dan suara mencerminkan makna, membahas berbagai keterampilan membaca dan kognitif, dan membantu mengaktifkan area membaca dan mengeja di otak.

5. Ajarkan tulisan tangan. Teknologi adalah alat menulis yang menyenangkan untuk anak-anak tetapi tidak melibatkan otak membaca awal dengan cara yang sama membantu seperti belajar menggerakkan pensil melintasi halaman untuk menggunakan huruf sebagai gambar suara. Studi pemindaian otak menunjukkan bahwa pelajaran awal dalam pembentukan huruf membantu mengaktifkan dan mengoordinasikan koneksi membaca di otak.

6. Pengulangan, pengulangan, pengulangan. Otak seorang anak memakan pengulangan untuk melakukan hal-hal seperti membaca secara otomatis dan lancar. Gunakan pengulangan di kelas awal untuk membaca dengan suara keras, untuk berima, untuk mencocokkan huruf dengan suara, untuk menulis huruf alfabet, untuk mengeja, untuk membunyikan kata, untuk membaca otomatis kata-kata penglihatan, untuk membuat makna dalam cetakan. Anak-anak berkembang di atasnya. Jadi buatlah itu menyenangkan!

7. Jangan pernah menyerah pada anak Anda. Jaga agar harapan anak Anda dan masa depan membaca mereka tetap tinggi. Kami berutang kepada anak-anak kami untuk menunjukkan dukungan kami, memberi mereka setiap sumber daya yang mungkin untuk membantu mereka dan memberi mereka keterampilan yang diperlukan untuk belajar dan berkomunikasi sepanjang pendidikan dan kehidupan mereka.


Source by Karina Richland

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

Lewat ke baris perkakas